Info By WNMC

Weblog Informasi Terbaru

Finansial Gaya Hidup

Ayo Simak Lebih Dalam eBilling Pajak

Pajak merupakan suatu sumber pemasukan paling besar bagi negara. Anggaran pajak ini yang nantinya akan dibuat untuk pembangunan suatu negara. Direktorat Jenderal Pajak terus mengoptimalkan agar masyarakat diri membayar pajak. Oleh karena itu DJP membuat sistem ebilling pajak.

Bagi para pengusaha kena pajak metode e-billing ini sangat membantu mereka dalam melakukan transaksi perpajakan. Sebelumnya perlu kita ketahui e-billing adalah metode pembayaran pajak yang dilakukan secara online. Dengan adanya sistem ini membantu para wajib pajak mempermudah mengisi (SSPE) Surat Setoran Pajak Elektronik. Dalam pengisian SSPE tersebut harus dilakukan dengan teliti dan benar agar proses transaksi dapat terselesaikan.

eBilling Pajak

Untuk mengisi SSPE dapat dilakukan melalui situs DJP yaitu https://sse.pajak.go.id

Tahapan membuat ebilling sebagai berikut :

1. Kunjungi situs website DJP online, kemudian in ke laman tersebut.

Lalu isi kolom Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), password serta captcha. Selanjutnya klik Login.

2. Nanti akan muncul tampilan beranda layanan Single Login. Lalu pilih menu Bayar, dan klik e-billing.

3. Selanjutnya Anda akan diarahkan untuk mengisi formulir SSE (surat setoran elektronik). Nantinya kolom nama, NPWP dan Alamat akan terisi otomatis.

4. Lalu isi kolom data yang belum terisi seperti jenis setoran, masa pajak, tahun pajak serta jenis pajak dan beberapa hal lainnya yang perlu diisi.

5. Lanjutkan dengan isikan masa pajak serta tahun pajak. Kemudian isilah jumlah setor atau pajak yang akan dibayarkan.

Setelah semua tahap selesai, lalu klik Buat Kode Billing. Kemudian masukkan kode Captcha, dan klik Submit.Nantinya akan muncul ringkasan surat setoran elektronik.

Jika data yang diisi sudah benar, lalu klik cetak. Nantinya cetakan kode tersebut akan terunduh secara otomatis.

Selanjutnya pajak bisa dibayarkan dengan menggunakan ID billing tersebut melalui bank, ATM atau kantor pos.

Adapun format Kode Billing, umumnya kode tersebut terdiri dari 15 digit angka.  Biasanya pada digit pertama merupakan kode penerbit ebilling pajak. Pada format ebilling tersebut di dalamnya terdapat 15 digit angka , dimana 1 digit angka pertama merupakan kode penerbit billing pada sistem billing DJP/DJBC/DJA. Serta 14 digit angka selanjutnya pada kode billing merupakan angka acak atau random.  Berikut ini penjelasan mengenai format kode billing yaitu:

Pertama jika kode diawali dengan angka 0, 1, 2, 3 merupakan satu penanda untuk sebuah sistem billing dari Direktorat Jenderal Pajak

Jika angka di awal 4, 5, 6 merupakan penanda guna sistem billing dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Jika angka di awal 7, 8, 9 merupakan sebuah penanda yang digunakan untuk sistem billing dari Direktorat Jenderal Anggaran.

Selain itu, pada sistem e-Billing secara umum akan melayani beberapa jenis pajak, yaitu :

  1. Pajak Bumi dan Bangunan Sektor P3
  2. Pajak Penghasilan atau PPh
  3. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Setelah melakukan proses pengisian SSE, nanti aka mendapat kode billing. Kode yang diterima tersebut yaitu sederet kode unik yang akan digunakan untuk kode saat membayar pajak. Pembayaran pajak dapat dilakukan dengan langsung ke bank atau kantor pos dengan cukup menunjukkan kode billing tersebut.

Secara umum, manfaat dari ebilling pajak  yaitu untuk membantu setiap wajib pajak dalam membuat dan menerbitkan surat setoran elektronik secara online. Serta bisa mendapat kode billing yang digunakan untuk membayar pajak dengan aman. Selain itu, dengan sistem ini lebih mudah dan praktis untuk para PKP. Adanya layanan ebilling pajak, maka wajib pajak  dapat memperoleh beberapa manfaat yaitu:

  1. Melakukan transaksi pembayaran pajak jadi lebih mudah dan efisien.
  2. Meminimalisir kesalahan atau kekeliruan dalam melakukan pencatatan transaksi
  3. Transaksi dapat dilakukan lebih cepat. Hal ini dikarenakan transaksi dapat dilakukan secara real time,  dimana data dan hasil transaksi langsung terkoneksi dan tersimpan di sistem DJP online secara otomatis.

Selain itu, dengan adanya sistem ini keamanan data para wajib pajak akan aman karena terjaga dengan sistem yg baik. Dari penjelasan tersebut dapat kita lihat sangat mudah menggunakan sistem ebilling pajak.